Perdana Menteri Rishi Sunak mengumumkan pada KTT Pemimpin G20 di New Delhi bahwa Inggris akan mengalokasikan USD2 milyar untuk Green Climate Fund (GCF), yang menandai komitmen pendanaan tunggal terbesar dari Inggris untuk mengatasi perubahan iklim, seperti yang dilaporkan oleh Reuters pada tanggal 10 September. GCF adalah dana terbesar di dunia yang dibentuk di bawah negosiasi perubahan iklim PBB untuk membantu negara-negara yang kurang mampu dalam mencapai tujuan pengurangan emisi karbon, mendorong sumber energi yang lebih bersih, dan beradaptasi dengan planet yang semakin panas. Komitmen keuangan ini merupakan bagian dari janji Inggris yang lebih luas untuk mengalokasikan GBP11,6 miliar (sekitar USD14,46 miliar) untuk pendanaan iklim internasional antara tahun 2021 dan 2026. Secara khusus, ini merupakan peningkatan sebesar 12,7% dari kontribusi Inggris sebelumnya kepada GCF untuk periode 2020-2023.
Sebelumnya ada spekulasi bahwa Inggris akan menarik kembali janji pendanaan iklim andalannya, namun pemerintah membantah klaim ini. Para pejabat menjelaskan bahwa untuk memenuhi target GBP11,6 miliar pada tahun 2026, 83% dari total anggaran bantuan harus dialokasikan untuk dana iklim internasional. Kelompok 20 negara juga mengeluarkan sebuah deklarasi komprehensif yang menekankan komitmen mereka untuk memperluas keuangan berkelanjutan untuk membantu negara-negara berkembang dalam mengurangi emisi karbon mereka. Mereka menggarisbawahi perlunya pendanaan sebesar USD5,8-5,9 triliun untuk negara-negara berkembang pada tahun 2030, terutama untuk mendukung upaya-upaya pengurangan emisi mereka.
Sumber:
https://www.reuters.com/world/uk/uk-commits-2-billion-un-backed-climate-fund-2023-09-10/
