Taiwan telah membuka bursa karbon perdananya di kota selatan Kaohsiung, dalam upaya mencapai emisi nol bersih pada tahun 2050, sebagaimana dilaporkan oleh Taipei Times pada tanggal 7 Agustus. Dengan total investasi sebesar NTD1,5 miliar (USD47,3 juta), bursa tersebut akan menawarkan berbagai layanan, termasuk konsultasi karbon, pendidikan dan pelatihan, serta perdagangan kredit karbon. Dalam upaya untuk mengatasi kekhawatiran di kalangan bisnis lokal mengenai dampak penetapan harga karbon, fokus awal bursa tersebut adalah pada layanan konsultasi yang berkaitan dengan topik-topik seperti pungutan karbon domestik, pajak perbatasan karbon internasional, dan netralitas karbon rantai pasokan. Perdagangan kredit karbon akan diperkenalkan pada tahap selanjutnya, karena Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) saat ini sedang dalam proses merumuskan peraturan untuk penetapan harga dan perdagangan karbon.
Pembentukan bursa karbon bertujuan untuk mendorong transformasi industri Taiwan melalui pengurangan emisi karbon. Inisiatif ini juga berupaya memenuhi permintaan di antara perusahaan-perusahaan lokal akan peluang perdagangan kredit karbon. EPA telah meluncurkan rencana untuk mulai mengumpulkan biaya karbon dari penghasil emisi gas rumah kaca pada paruh kedua tahun 2024. Para penghasil emisi ini akan dapat memanfaatkan perdagangan kredit karbon sebagai sarana untuk mengurangi pungutan karbon mereka. Selain itu, perdagangan kredit karbon diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri Taiwan dalam rantai pasokan global. Hal ini khususnya relevan mengingat persyaratan jejak karbon yang semakin ketat yang diberlakukan oleh klien seperti Apple [APPL:US] dan Google [GOOG:US] kepada pemasok mereka.
Sumber:
https://www.taipeitimes.com/News/front/archives/2023/08/07/2003804354
