SK Geo Centric, anak perusahaan petrokimia SK Innovation [096770:KS], telah bekerja sama dengan Veolia Environment S.A. yang berbasis di Paris [VIE:FP] untuk mengembangkan bisnis ekonomi sirkular di Asia, seperti yang dilaporkan oleh Korea Economic Daily pada tanggal 26 Juli. Berdasarkan nota kesepahaman (MoU), kedua perusahaan akan melakukan studi bersama mengenai polyethylene terephthalate (PET), polypropylene (PP), dan limbah plastik sebagai bahan baku pirolisis, atau dekomposisi termal, di Asia. Selain itu, kedua perusahaan akan mendirikan klaster daur ulang kimia di Ulsan, di mana anak perusahaan petrokimia SK Innovation lainnya, SK Global Chemical (SKGC), akan menginvestasikan USD522,6 juta untuk membangun pabrik daur ulang limbah plastik terbesar di Korea Selatan pada tahun 2025.
SK Geo Centric bertujuan untuk mengubah dirinya menjadi produsen bahan kimia yang ramah lingkungan. Dengan mempelajari pirolisis plastik dengan perusahaan Prancis, SK Geo Centric berupaya mendaur ulang limbah plastik yang tidak dapat didaur ulang dengan metode tradisional dan oleh karena itu dibakar atau ditimbun. Selain itu, mengingat bahwa penimbunan sampah di wilayah metropolitan Seoul akan dilarang mulai tahun 2026, pirolisis plastik juga dapat menjadi alternatif pengolahan sampah yang ramah lingkungan. Menurut CEO SK Geo Centric, Na Kyung-soo, perusahaan ini akan terus mengikuti tren ramah lingkungan di seluruh dunia, memimpin industri ekonomi sirkular, dan memperluas upaya-upaya tersebut ke seluruh Asia. Perusahaan ini akan membangun tiga pabrik tambahan di Asia dan meningkatkan kapasitas daur ulang sampahnya menjadi 400.000 ton per tahun pada tahun 2030.
Sumber:
https://www.kedglobal.com/waste-management/newsView/ked202207260011
