Produsen baterai asal Korea Selatan, Samsung SDI [006400:KS], mengincar pembangunan pabrik sel baterai di Amerika Serikat (AS) di tengah-tengah meningkatnya permintaan kendaraan listrik (EV), demikian Reuters melaporkan pada tanggal 8 Juli. Meskipun para pejabat perusahaan belum mengungkapkan rincian investasi tersebut, sumber perusahaan mengatakan kepada Reuters bahwa perusahaan sedang dalam pembicaraan dengan produsen mobil termasuk Stellatis [STLA:US], produsen mobil terbesar keempat di dunia, dan Rivian, startup EV yang didukung oleh Amazon [AMZN:US] dan Ford [F:US], untuk kemitraan potensial. Perusahaan ini dikatakan sedang mempertimbangkan untuk menginvestasikan setidaknya KRW3 triliun (USD2,63 miliar) untuk memproduksi dan memasok baterai untuk Stellantis dan setidaknya KRW1 triliun (USD880 juta) untuk Rivian.
Samsung SDI adalah afiliasi baterai dari Samsung Electronics [005930:KS]. Saat ini, perusahaan ini memiliki pabrik baterai di Korea Selatan, Hungaria, dan Tiongkok, dan berfungsi sebagai pemasok baterai untuk BMW [BMW: GR], Ford, Volvo [VOLVB: SS], Volkswagen [VOW: GR], dan sebagainya. Para ahli pasar menyatakan bahwa ini hanya masalah kapan dan bagaimana Samsung SDI mendirikan pabrik baterai di AS karena mereka ingin berekspansi ke pasar mobil listrik yang berkembang pesat di negara tersebut. Pesaing utamanya dari Korea Selatan, LG Chem [051910:KS] dan SK Innovation [096770:KS] telah meluncurkan perusahaan patungan dengan produsen mobil AS, yaitu General Motors [GM:US] dan Ford, untuk membangun pabrik baterai di AS. Selain itu, keputusan Samsung SDI untuk membangun pabrik di AS juga mencerminkan aturan tarif baru di bawah Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA) yang berlaku tahun lalu, yang mengharuskan kendaraan memiliki konten Amerika Utara 75% untuk menghindari tarif.
Sumber:
http://www.koreaherald.com/view.php?ud=20210709000312&np=1&mp=1
