OpenAI, Salesforce [CRM:US], dan puluhan perusahaan teknologi lainnya telah menandatangani sebuah surat terbuka yang menyoroti "tanggung jawab bersama" untuk memaksimalkan manfaat kecerdasan buatan (AI) dan mengurangi risiko terhadap masyarakat, seperti yang dilaporkan oleh Bloomberg pada tanggal 5 Maret. Surat tersebut membandingkan dampak AI dengan inovasi-inovasi besar lainnya dalam sejarah manusia, seperti mesin cetak, mesin pembakaran, listrik, dan internet. Surat tersebut menekankan bahwa keseimbangan antara dampak positif dan negatif dari AI terhadap umat manusia akan bergantung pada tindakan dan pemikiran manusia secara kolektif. CEO OpenAI, Sam Altman, mengungkapkan kegembiraannya atas semangat surat tersebut dalam sebuah posting di platform media sosial X, mengatakan bahwa kemajuan dalam AI akan menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup manusia. Namun demikian, surat tersebut tidak memberikan tindakan spesifik untuk memanfaatkan AI dengan baik.
Surat terbuka tersebut merupakan jawaban atas gugatan hukum yang diajukan oleh Elon Musk baru-baru ini terhadap OpenAI, yang menuduh bahwa perusahaan tersebut telah meninggalkan misi pendiriannya untuk mengembangkan AI open-source yang bermanfaat bagi umat manusia dan telah berubah menjadi perusahaan yang berorientasi pada keuntungan. Sebagai salah satu pendiri dan investor awal OpenAI, Musk juga menegaskan bahwa OpenAI telah menjadi afiliasi closed-source de facto dari Microsoft [MSFT:US]. Menanggapi hal tersebut, OpenAI menyatakan "sangat tidak setuju" dengan klaim Musk, dan menekankan independensinya sebagai startup.
Skekuatan:
https://www.reuters.com/legal/elon-musk-sues-openai-ceo-sam-altman-breach-contract-2024-03-01/
