Mitsubishi Group Jepang [8058:JP] akan menginvestasikan USD100 juta dalam program Katalisator Energi Terobosan (Catalyst), yang didukung oleh Bill Gates untuk mempercepat penyebaran inovasi ramah lingkungan seperti tenaga hidrogen, seperti yang dilaporkan oleh Nikkei Asia pada tanggal 22 April. Secara khusus, program Catalyst dimulai pada Oktober 2021 dengan investasi gabungan yang diharapkan mencapai USD15,6 miliar. Program ini awalnya bertujuan untuk mewujudkan transformasi energi melalui teknologi termasuk penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon (CCUS). Perusahaan Jepang bergabung dengan program ini untuk menyumbangkan keahliannya dalam teknologi dekarbonisasi dan koneksinya dengan peserta program Katalis lainnya. Termasuk Mitsubishi, program ini sekarang memiliki 12 mitra utama, seperti Microsoft [MSFT: US], Shell [SHEL: US], General Motors [GM: US], dan HSBC [HSBC: US].
Program Katalis sekarang berfokus pada empat domain, termasuk hidrogen, bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF), pemulihan karbon dioksida di atmosfer, dan penyimpanan energi jangka panjang. Bergabung dengan skema ini dapat membuka jalan bagi upaya dekarbonisasi Mitsubishi. Oktober lalu, perusahaan berkomitmen untuk menginvestasikan JPY2 triliun (USD17,54 miliar) pada tahun 2030 untuk energi alternatif seperti energi terbarukan dan hidrogen, yang bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) hingga setengahnya pada tahun 2030 pada tingkat tahun 2020 dan mencapai emisi nol pada tahun 2050. Pada bulan Februari 2022, Mitsubishi [8058:JP] dan perusahaan perdagangan Jepang lainnya, Mitsui [8031:JP], bekerja sama untuk membantu mengembangkan proyek CCUS di Australia barat, sebulan setelah Jepang dan Indonesia menandatangani kemitraan untuk mengembangkan teknologi dekarbonisasi, termasuk hidrogen, amonia, dan CCUS.
Sumber:
