Meta [META:US] dan Uni Eropa telah mencapai kesepakatan untuk melakukan uji ketahanan pada bulan Juli untuk mengevaluasi peraturan konten daring UE, sebagaimana dilaporkan oleh Reuters pada tanggal 24 Juni. Keputusan ini muncul setelah Thierry Breton, kepala industri UE, menuntut Meta untuk segera mengambil tindakan terkait konten mereka yang menargetkan anak-anak. Breton menyatakan kepuasannya dengan diskusi produktif yang ia lakukan dengan CEO Meta Mark Zuckerberg di Menlo Park, yang berfokus pada peraturan digital UE seperti Digital Services Act (DSA), Digital Markets Act (DMA), dan AI Act. Breton juga menyebutkan bahwa 1.000 karyawan Meta saat ini terlibat dalam pengerjaan DSA. Pada bulan Juni, Breton menyatakan bahwa Meta harus menunjukkan langkah-langkah yang ingin diambilnya untuk mematuhi DSA sebelum tanggal 25 Agustus, atau akan menghadapi hukuman yang signifikan. DSA melarang bentuk-bentuk iklan bertarget tertentu pada platform daring, khususnya yang ditujukan kepada anak-anak atau yang melibatkan kategori data pribadi yang sensitif seperti etnis, keyakinan politik, dan orientasi seksual.
Meta, yang sebelumnya dikenal sebagai Facebook, telah menghadapi pengawasan ketat terkait penanganan konten yang tidak pantas dan perlindungan anak-anak di platformnya. Kasus-kasus penting telah menyoroti perlunya kebijakan moderasi konten yang lebih ketat, terutama dalam hal melindungi anak di bawah umur. Badan-badan regulasi dan kelompok advokasi telah menyuarakan keprihatinan atas kejadian-kejadian ketika konten yang berbahaya atau tidak pantas lolos dari sistem moderasi Meta, yang berpotensi mengekspos anak-anak pada materi yang tidak pantas. Insiden-insiden ini telah memicu perdebatan publik tentang tanggung jawab platform untuk memastikan lingkungan daring yang aman bagi para penggunanya, khususnya populasi yang rentan seperti anak-anak.
Sumber:
