Korea Shipbuilding & Offshore Engineering (KSOE) [009540:KS], sebuah perusahaan induk dari Hyundai Heavy Industries Group [267250:KS] yang bergerak di bidang galangan kapal, telah menandatangani perjanjian untuk menginvestasikan dana sebesar USD30 juta di TerraPower, perancang dan pengembang reaktor nuklir Amerika Serikat yang didirikan oleh Bill Gates, untuk mengembangkan teknologi reaktor modular kecil (small modular reactor/SMR), seperti yang dilaporkan oleh Korea Economic Daily pada tanggal 4 November. Teknologi yang dimiliki TerraPower untuk membangun SMR generasi terbaru dapat membantu KSOE mengurangi emisi gas rumah kaca selama proses pembangkitan listrik. Investasi KSOE di TerraPower merupakan bagian dari upaya Hyundai Heavy Industries Group untuk membangun rantai nilai hidrogen pada tahun 2030. Hyundai Heavy Industries Group juga berupaya mengembangkan teknologi seperti transportasi hidrogen dengan kapal untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Sebelum KSOE, SK Group [034730:KS] juga telah menginvestasikan USD250 juta di TerraPower.
SMR adalah reaktor fisi nuklir dengan kapasitas daya hingga 300 megawatt (MW) per unit. SMR jauh lebih kecil daripada reaktor tenaga nuklir tradisional, sehingga dapat dibangun di lokasi yang tidak cocok untuk reaktor tenaga besar. Dengan menggunakan teknologi fabrikasi pabrik modular, SMR dapat dengan mudah dikembangkan, dirakit, dan diangkut sebagai beberapa submodul di lokasi. Emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh SMR sekitar sepertiga dari pembangkit listrik tenaga nuklir konvensional. Namun, fitur modular dari SMR dapat menyebabkan masalah keamanan di sektor listrik.
Sumber:
https://www.kedglobal.com/carbon-neutrality/newsView/ked202211040013
