India dan Inggris mengumumkan kerja sama bilateral untuk meningkatkan kemitraan International Solar Alliance (ISA) mereka dengan meluncurkan sebuah inisiatif jaringan listrik hijau baru pada konferensi iklim COP26 di Glasgow pada tanggal 2 November, demikian menurut Economic Times pada hari yang sama. Inisiatif ini merupakan kemitraan global pertama untuk jaringan energi surya yang saling terhubung, yang diberi nama Global Green Grids Initiative One Sun One World One Grid (GGI-OSOWOG). Kepresidenan ISA India dan Kepresidenan COP Inggris akan bersama-sama memimpin proyek ini. Pada saat yang sama, Kelompok Bank Dunia juga menyatakan kehadirannya dalam inisiatif jaringan listrik hijau yang baru ini.
Inisiatif OSOWOG di bawah ISA merupakan sebuah langkah bagi India untuk mendorong tenaga surya ke posisi inti dalam skala global. Mereka meluncurkan proyek ini berdasarkan tujuan dari "koalisi yang bersedia," yang akan saling menguntungkan semua pihak yang terlibat dalam transmisi listrik tenaga surya. Hal ini memungkinkan integrasi sumber daya untuk mendorong infrastruktur energi surya yang saling terhubung. Pemerintah dan legislator di seluruh dunia, serta penyedia dana internasional dan penyedia teknologi, akan segera berpartisipasi dalam pembangunan. Bersamaan dengan inisiatif ini, mereka juga menerbitkan Deklarasi Satu Matahari. Deklarasi ini menyatakan visi untuk mencapai target Perjanjian Paris dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Deklarasi ini juga menyatakan ambisi dari inisiatif ini untuk meningkatkan jaringan listrik terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Sejauh ini, 80 negara anggota ISA mendukung deklarasi tersebut.
Pada tahun 2015, Perdana Menteri India dan mantan Presiden Prancis bersama-sama mendirikan ISA di COP21. Mereka mendirikan aliansi ini sebagai sebuah organisasi internasional berbasis perjanjian antar pemerintah. Menjadi pendiri ISA menandai tekad India dalam transisi energi. Baru-baru ini, ISA berjanji untuk memberikan dukungan finansial sebesar USD50,000 untuk 11 negara yang paling tidak berkembang dalam pengembangan tenaga surya. Sementara itu, ISA mengumumkan kemitraan dengan Bloomberg Philanthropies untuk mengalokasikan dana sebesar USD1 triliun pada tahun 2030 untuk membantu negara-negara berkembang dalam memperluas jaringan tenaga surya mereka.
Sumber:
https://news.yahoo.com/johnson-meet-modi-india-says-103959180.html
