HK Electric [2638:HK], salah satu dari dua perusahaan pembangkit listrik utama di Hong Kong, mengumumkan sebuah rencana untuk membangun sebuah ladang angin lepas pantai seluas 600 hektar (1.482 are) di sebelah barat daya Pulau Lamma, seperti yang dilaporkan oleh South China Morning Post pada tanggal 6 Mei. Ladang angin ini akan mencakup 13 hingga 19 turbin angin untuk menyediakan 150 megawatt (MW) listrik setiap tahun, setara dengan sekitar 4% dari total produksi listrik perusahaan. Proyek ini diharapkan akan mengundang penawaran pada tahun 2024 dan mulai beroperasi pada tahun 2027. Setelah selesai, proyek ini dapat mengurangi 284.000 ton emisi karbon dioksida per tahun, setara dengan penyerapan karbon tahunan sekitar 6.000 pohon.
HK Electric akan memasukkan ladang angin simbolis dalam rencana pengembangan lima tahun ke depan (2024-2028). Selain meningkatkan pembangkit listrik tenaga gas, HK Electric telah mengeksplorasi cara-cara untuk meningkatkan energi terbarukan di Hong Kong untuk mendukung tujuan listrik nol karbon di kota tersebut, demikian menurut direktur pelaksana HK Electric, Wan Chi-tin. Menurut Rencana Aksi Iklim Hong Kong 2050 yang dirilis Oktober lalu, kota ini bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) hingga setengahnya, atau 20 juta ton, pada tahun 2035, sebelum mencapai emisi nol pada tahun 2050. Rencana aksi ini juga menguraikan empat strategi dekarbonisasi utama, termasuk pembangkit listrik nol-nol, bangunan hemat energi dan ramah lingkungan, transportasi ramah lingkungan, dan pengurangan limbah. Selama 15 hingga 20 tahun ke depan, pemerintah Hong Kong akan menginvestasikan HKD240 miliar (USD30,8 miliar) untuk berbagai langkah mitigasi perubahan iklim untuk memenuhi rencana tersebut.
Sumber:
https://theasset.com/article/46676/hk-electric-plans-150mw-offshore-wind-farm
https://www.news.gov.hk/eng/2021/10/20211008/20211008_155531_711.html
