Pemerintah Jerman secara tiba-tiba mengakhiri subsidi untuk kendaraan listrik (EV), yang semula dijadwalkan akan berlanjut hingga akhir 2024, seperti yang dilaporkan oleh Reuters pada tanggal 16 Desember. Keputusan kontroversial ini berawal dari krisis anggaran yang disebabkan oleh keputusan pengadilan konstitusi yang mengejutkan pada bulan November, di mana pengadilan memutuskan bahwa pemerintah melanggar aturan utang konstitusional ketika mengalihkan dana sebesar EUR60 miliar yang diperuntukkan bagi dukungan pandemi ke dana iklim. Keputusan ini menyebabkan kesenjangan sebesar EUR60 miliar dalam rencana pengeluaran tahun 2023, sehingga memaksa pemerintah untuk mengurangi anggaran tahun 2024 dan mengesampingkan beberapa program yang bertujuan untuk mempercepat transisi ramah lingkungan di Jerman. Di bawah rencana subsidi kendaraan listrik yang telah direvisi, subsidi yang telah diajukan akan dibayarkan, tetapi tidak ada pemohon baru yang akan diterima mulai 17 Desember.
Sejak tahun 2016, pemerintah Jerman telah menghabiskan sekitar EUR10 miliar untuk mensubsidi pembelian sekitar 2,1 juta mobil listrik. Di bawah rencana subsidi kendaraan listrik sebelumnya, setiap orang berhak mendapatkan subsidi hingga EUR4.500 untuk membeli kendaraan bertenaga baterai atau sel bahan bakar pada akhir tahun 2023, dan subsidi tersebut akan turun menjadi EUR3.000 mulai Januari 2024. Pembatalan rencana subsidi ini merupakan pukulan telak bagi produsen mobil listrik Jerman, yang telah bergulat dengan persaingan ketat dari rekan-rekan mereka di China dan AS. Selain itu, pembatalan ini juga menimbulkan kekhawatiran bahwa hal ini dapat membahayakan rencana Jerman untuk memiliki 15 juta mobil listrik di jalan pada tahun 2030.
AsamYa:
https://www.cleanenergywire.org/news/germany-has-subsidised-total-two-million-electric-cars
