Dalam analisis terbaru oleh Deloitte, hampir setengah dari 100 perusahaan FTSE (46%) membuat pernyataan ulang terhadap metrik iklim dan keberlanjutan yang dilaporkan sebelumnya tahun ini. Tren ini menyoroti meningkatnya kompleksitas dan pengawasan pelaporan ESG (Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola), terutama karena peraturan UE baru akan segera diberlakukan.
Laporan Deloitte mengungkapkan bahwa 89% dari pernyataan ulang ini berkaitan dengan metrik gas rumah kaca (GRK), dengan emisi Cakupan 3—emisi tidak langsung dari aktivitas seperti perjalanan bisnis dan pembuangan limbah—mencakup 32% dari semua penyesuaian. Alasan utama untuk pernyataan ulang ini adalah perubahan dalam metodologi (44%) dan koreksi kesalahan (29%), yang menunjukkan sifat praktik pengukuran keberlanjutan yang terus berkembang.
Seiring dengan berlakunya Arahan Pelaporan Keberlanjutan Perusahaan (CSRD), perusahaan-perusahaan Inggris yang beroperasi di UE akan diharuskan untuk mengungkapkan metrik ESG yang lebih luas mulai dari tahun keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024. Kerangka regulasi baru ini diharapkan dapat meningkatkan frekuensi dan cakupan penyusunan ulang metrik ESG, seiring dengan upaya perusahaan untuk memenuhi ekspektasi yang semakin tinggi akan keakuratan dan transparansi.
Steve Farrell, mitra dan kepala jaminan keberlanjutan di Deloitte, menekankan pentingnya kepercayaan pada metrik nonfinansial ini, dengan menyatakan, “Perusahaan harus semakin banyak melaporkan metrik di luar informasi keuangan mereka, dan yang terpenting, angka-angka tersebut harus dipercaya oleh investor, karyawan, dan pengguna informasi lainnya.”
Sumber:
https://news.bloomberglaw.com/esg/emissions-reporting-leads-big-uk-companies-esg-data-revisions
