Komisi Eropa berencana untuk mengusulkan pembentukan sebuah sistem pemantauan hutan dengan menggunakan informasi udara dari satelit Copernicus Sentinel dan sumber-sumber data lainnya, seperti yang dilaporkan oleh Bloomberg pada tanggal 20 November. Langkah inovatif ini bertujuan untuk memerangi deforestasi dan memastikan ketersediaan penyerap karbon alami dalam menghadapi perubahan iklim. Satelit menawarkan keuntungan unik untuk mengisi kesenjangan data yang mungkin terlewatkan oleh metode tradisional, seperti mengukur secara akurat dampak kekeringan atau kerusakan yang disebabkan oleh hama. Selain itu, Uni Eropa bermaksud untuk mendorong negara-negara anggotanya untuk mengembangkan rencana hutan jangka panjang yang mencakup 50 tahun ke depan. Rencana-rencana ini bertujuan untuk memastikan pengelolaan hutan yang berkelanjutan, mendorong keanekaragaman hayati, melindungi habitat satwa liar, dan memitigasi perubahan iklim.
Hutan dan lahan gambut berfungsi sebagai penyerap karbon alami, menyerap karbon dioksida (CO2) di atmosfer yang dihasilkan oleh aktivitas manusia dan kebakaran hutan. Namun, manfaat iklim tersebut telah dilemahkan oleh pengelolaan hutan yang tidak berkelanjutan dan pembalakan liar. Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS), yang dioperasikan oleh Badan Antariksa Eropa (ESA) dan Komisi Eropa, dapat membuat pemetaan hutan yang akurat dan memfasilitasi pendeteksian perubahan di kawasan hutan. Selain itu, hal ini akan membantu perusahaan-perusahaan dalam rantai pasokan makanan global untuk memenuhi komitmen mereka dalam menghindari deforestasi. Proposal terbaru ini sejalan dengan Strategi Hutan Uni Eropa Baru untuk tahun 2030, yang diposisikan sebagai inisiatif unggulan dari Kesepakatan Hijau Eropa. Strategi ini menetapkan visi dan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas hutan Uni Eropa, memperkuat perlindungan, restorasi, dan ketahanannya.
Skekuatan:
https://isp.page/news/eu-to-use-satellites-to-track-forest-destruction-as-region-warms-2/#gsc.tab=0
