Uni Eropa (UE) sedang mempertimbangkan sebuah proposal untuk menghentikan penggunaan bahan bakar fosil dalam waktu dekat, seperti yang dilaporkan oleh Reuters pada tanggal 7 Februari. Proposal ini bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari penggunaan bahan bakar fosil sebesar 90% pada tahun 2050. Rencana ini, yang diharapkan akan dipresentasikan pada konferensi iklim COP28 mendatang, akan membutuhkan perubahan signifikan dalam kebiasaan produksi dan konsumsi energi di Uni Eropa dan negara-negara anggotanya.
Rencana ini akan menjadi langkah maju yang signifikan dalam perjuangan global melawan perubahan iklim dan merupakan sinyal kuat dari komitmen Uni Eropa untuk mengurangi emisi dan beralih ke ekonomi rendah karbon. Akan tetapi, proposal ini menghadapi banyak tantangan. Masih harus dilihat bagaimana proposal ini akan diterima oleh negara-negara anggota dan apakah proposal ini akan diadopsi dalam bentuknya yang sekarang. Uni Eropa memiliki sejarah panjang dalam menetapkan target-target ambisius untuk mengurangi emisi, tetapi kemampuannya untuk mencapai target-target ini terhambat oleh penolakan dari beberapa negara anggota dan industri. Tahun lalu, Uni Eropa telah mendukung seruan yang dibuat oleh India pada konferensi iklim COP27 untuk menghentikan penggunaan bahan bakar fosil secara bertahap.
