CarbonCapture, sebuah perusahaan yang berbasis di Los Angeles yang berfokus pada pengembangan teknologi untuk mengekstraksi karbon dioksida dari udara untuk memerangi perubahan iklim, telah mendapatkan pendanaan sebesar USD80 juta dari para investor termasuk Saudi Aramco [ARAMCO: AB], Prime Movers Lab, dan Amazon Climate Pledge Fund, seperti yang dilaporkan oleh Reuters pada tanggal 12 Maret. Putaran pendanaan ini, salah satu yang terbesar untuk teknologi direct air capture (DAC) dalam lima tahun terakhir, bertujuan untuk mendorong pengembangan teknologi dan instalasi di lapangan.
Mesin modular CarbonCapture menangkap CO2 untuk disimpan di bawah tanah atau untuk digunakan dalam produk seperti beton. Proyek Bison di Wyoming milik perusahaan ini bertujuan untuk menangkap 5 juta metrik ton CO2 setiap tahunnya pada tahun 2030. Investasi ini menggarisbawahi minat yang semakin besar terhadap teknologi penghilangan karbon sebagai cara untuk mengurangi dampak perubahan iklim, dengan berbagai perusahaan dan pemerintah yang berinvestasi besar-besaran di bidang ini. Meskipun ada keraguan dalam industri DAC untuk bermitra dengan perusahaan minyak, CEO CarbonCapture Adrian Corless melihat perlunya kemitraan yang beragam, termasuk dengan perusahaan bahan bakar fosil, untuk meningkatkan upaya penghilangan karbon secara efektif.
Sumber:
