Asia Carbon Institute (ACI), sebuah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk mensertifikasi dan mendaftarkan kredit karbon di Asia, telah didirikan di Singapura, seperti yang dilaporkan oleh Bloomberg pada tanggal 29 Agustus. ACI, yang didirikan oleh John Lo, berfokus pada sertifikasi offset yang dihasilkan dari teknologi ramah lingkungan, gedung-gedung hemat energi, dan infrastruktur rendah emisi lainnya, bukan hanya pada proyek-proyek yang berbasiskan alam. Sebagai bagian dari peluncurannya, ACI telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan British Standards Institution (BSI) untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi proses validasi dan verifikasi yang terkait dengan kredit karbon.
Asia telah muncul sebagai penghasil offset karbon terbesar di dunia, dengan kontribusi sebesar 441 triliun dolar AS dari kredit karbon global. Namun, pasar kredit karbon yang sedang berkembang di kawasan ini menghadapi tantangan seperti tidak adanya standar sertifikasi terpadu dan masalah transparansi. ACI bertujuan untuk mengatasi tantangan-tantangan ini dengan menerapkan proses validasi dan verifikasi proyek yang ketat dan berbasis ilmu pengetahuan untuk memastikan bahwa kredit karbon yang disertifikasi mewakili pengurangan emisi gas rumah kaca yang asli, terukur, dan permanen. ACI saat ini terlibat dalam diskusi dengan para pengembang untuk lebih dari 20 proyek dan berencana untuk mendaftarkan 50 proyek dalam waktu enam hingga 12 bulan ke depan. Setiap proyek ini diharapkan dapat menghasilkan penghindaran atau pengurangan emisi mulai dari 1.000 ton hingga 1 juta ton.
Skekuatan:
