Negara bagian Victoria di Australia mengumumkan paket senilai AUD157 juta (USD102 juta) untuk meningkatkan penyimpanan energi baterai, sebagaimana dilaporkan oleh Reuters pada tanggal 27 September. Secara khusus, pemerintah negara bagian akan menggunakan investasi USD102 juta untuk membangun baterai besar berkapasitas 125 megawatt (MW) dan empat proyek yang menggunakan teknologi baru untuk menghasilkan dan menyimpan energi bersih. Negara bagian tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan energi terbarukannya menjadi 2,6 gigawatt (GW) pada tahun 2030 dan 6,3 GW pada tahun 2035. Penyimpanan sebesar 6,3 GW akan cukup untuk memberi daya pada 1,2 juta keluarga, atau setengah dari rumah-rumah di negara bagian tersebut pada puncak penggunaan energi mereka. Menurut CEO Dewan Energi Bersih Australia, Kane Thornton, rencana untuk meningkatkan penyimpanan energi secara signifikan antara tahun 2030 dan 2035 menunjukkan masa depan yang cerah di mana pembangkit listrik tenaga batu bara yang tersisa di Victoria akan dihilangkan pada tahun 2030.
Victoria telah menjadi pelopor dalam transisi energi Australia. Negara bagian ini mengurangi emisi karbonnya hingga sekitar 30% di bawah level tahun 2005 pada tahun 2020, sementara emisi gas rumah kaca Australia menurun hingga 20,8% di bawah level tahun 2005. Victoria juga memiliki baterai operasi terbesar di Belahan Bumi Selatan, yaitu Victorian Big Battery berkapasitas 300 MW yang terpasang di Geelong, selain baterai berkapasitas 350 MW yang sedang dibangun di Yallourn. Pertumbuhan pesat dalam penyimpanan energi muncul dari melonjaknya permintaan untuk menangkap energi terbarukan yang tidak stabil dan terputus-putus. Pada bulan Maret 2022, Pemerintah Victoria mengumumkan ladang angin lepas pantai pertama Australia, Star of the South. Proyek ini diharapkan mulai dibangun sekitar tahun 2025 dan memenuhi sekitar 20% konsumsi energi Victoria setelah selesai.
Sumber:
