Pemerintah Australia mengumumkan sebuah rencana untuk menyusun peraturan baru yang menargetkan emisi karbon kendaraan untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik (EV), seperti yang dilaporkan oleh Reuters pada tanggal 19 Agustus. Menurut Menteri Energi dan Perubahan Iklim, Chris Bowen, pemerintah akan menerbitkan makalah diskusi untuk konsultasi pada bulan September, yang akan berfokus pada peningkatan penggunaan EV, meningkatkan keterjangkauan harga, dan merancang standar efisiensi bahan bakar baru. Bowen juga mengungkapkan kekhawatirannya bahwa, karena kurangnya standar efisiensi bahan bakar, Australia dapat menjadi tempat pembuangan kendaraan yang lebih kotor dan kurang efisien, yang tidak dapat dijual di pasar lain yang tunduk pada aturan efisiensi energi dan emisi yang canggih.
Lebih dari 80% pasar mobil global, termasuk Eropa, Amerika Serikat, Jepang, India, dan Tiongkok, mengadopsi standar emisi kendaraan 'Euro 6', yang tidak diikuti oleh Australia karena standar ini mengharuskan mobil baru mengeluarkan lebih sedikit partikel daripada yang diizinkan saat ini. Aturan lingkungan yang tertinggal membuat mobil listrik dan mobil rendah emisi sulit bersaing dengan kendaraan yang lebih kotor dan kurang efisien di Australia. Secara statistik, hanya 2% dari mobil yang dijual di Australia adalah mobil listrik, sementara proporsinya adalah 15% di Inggris dan 17% di Eropa. Pada tanggal 19 Juli, Australian Capital Territory (ACT) mengumumkan larangan penjualan mobil baru berbahan bakar fosil mulai tahun 2035 untuk memfasilitasi transisi ke mobil tanpa emisi. Langkah ini menjadikannya sebagai yurisdiksi Australia pertama yang secara eksplisit menetapkan tanggal berakhirnya penjualan mobil bensin baru.
Sumber:
